Cara Mencari Data Calon Customer yang Tepat untuk Bisnis

Mendapatkan calon customer merupakan salah satu bagian penting dalam proses pemasaran dan penjualan. Semakin jelas target customer yang ingin dituju, semakin mudah bisnis menentukan strategi promosi dan komunikasi.

Namun, mencari data calon customer bukan sekadar mengumpulkan sebanyak mungkin nama, nomor telepon, atau email. Data yang baik harus relevan, terstruktur, dapat diverifikasi, dan diperoleh dari sumber yang sesuai.

Artikel ini membahas beberapa cara mencari data calon customer untuk kebutuhan bisnis, sales, marketing, dan B2B lead generation.

1. Tentukan Target Customer Terlebih Dahulu

Sebelum mencari data, tentukan siapa calon customer yang ingin diperoleh.

Beberapa parameter yang dapat digunakan:

  • Jenis industri
  • Lokasi
  • Ukuran bisnis
  • Jenis produk atau layanan
  • Jabatan atau posisi
  • Website perusahaan
  • Kebutuhan bisnis

Contohnya, jika Anda menjual software POS, target yang relevan dapat berupa:

  • Toko sembako
  • Minimarket
  • Toko retail
  • Kafe
  • Restoran
  • Laundry
  • Distributor

Dengan target yang jelas, proses pencarian data menjadi lebih terarah.

2. Manfaatkan Google Search

Google dapat digunakan untuk menemukan bisnis berdasarkan keyword tertentu.

Contohnya:

toko komputer Jogja
supplier makanan Yogyakarta
kontraktor Sleman
distributor sembako Bantul
agency digital marketing Jogja

Dari hasil pencarian, Anda dapat menemukan website perusahaan, halaman kontak, direktori bisnis, dan sumber informasi bisnis lainnya.

3. Cari Calon Customer melalui Google Maps

Untuk bisnis yang memiliki target lokal, Google Maps dapat menjadi sumber data yang cukup berguna.

Anda dapat mencari berdasarkan kategori dan lokasi, misalnya:

Toko elektronik Yogyakarta
Restoran Sleman
Laundry Bantul
Percetakan Jogja
Toko bangunan Yogyakarta

Informasi bisnis yang dipublikasikan dapat mencakup:

  • Nama bisnis
  • Kategori
  • Alamat
  • Nomor telepon bisnis
  • Website
  • Jam operasional
  • Lokasi

Data tersebut dapat digunakan untuk membuat daftar prospek bisnis yang lebih tersegmentasi.

4. Manfaatkan Website Perusahaan

Website resmi merupakan sumber penting untuk mencari informasi calon customer B2B.

Periksa halaman seperti:

  • Contact
  • About Us
  • Our Team
  • Services
  • Company Profile
  • Customer Service

Informasi yang tersedia dapat berupa email bisnis, nomor telepon perusahaan, alamat, maupun informasi mengenai produk dan layanan.

5. Gunakan Media Sosial Bisnis

Media sosial juga dapat membantu menemukan bisnis yang sesuai dengan target pasar.

Beberapa platform yang dapat digunakan:

  • LinkedIn
  • Instagram
  • Facebook
  • TikTok
  • X

Untuk kebutuhan lead generation, prioritaskan akun bisnis dan informasi kontak yang memang dipublikasikan untuk keperluan bisnis.

6. Gunakan Direktori Bisnis

Direktori bisnis dapat membantu menemukan perusahaan berdasarkan kategori, industri, dan lokasi.

Data yang biasanya tersedia meliputi:

  • Nama perusahaan
  • Kategori bisnis
  • Lokasi
  • Website
  • Kontak bisnis

Pastikan informasi yang ditemukan diverifikasi kembali karena data pada direktori dapat berubah atau sudah tidak aktif.

7. Cari Berdasarkan Keyword dan Lokasi

Salah satu metode yang efektif adalah menggabungkan keyword + lokasi + jenis bisnis.

Misalnya Anda menjual jasa pembuatan website di Yogyakarta.

Daripada mencari "calon customer", gunakan keyword yang lebih spesifik:

UMKM Jogja
toko retail Jogja
restoran Sleman
perusahaan konstruksi Jogja
supplier Yogyakarta

Hasilnya kemudian dapat diseleksi berdasarkan apakah bisnis tersebut memiliki kebutuhan terhadap produk atau layanan yang Anda tawarkan.

8. Buat Database Calon Customer

Setelah menemukan prospek, jangan hanya menyimpan data secara acak.

Buat database dengan struktur yang jelas.

Contohnya:

Nama Bisnis Kategori Lokasi Telepon Bisnis Website Status
Contoh Bisnis Retail Jogja 08xxxxxxxx website.com Prospek
Contoh Perusahaan Distributor Sleman 08xxxxxxxx website.com Belum Dihubungi

Database tersebut dapat dikembangkan dengan informasi tambahan seperti:

  • Email bisnis
  • Nama perusahaan
  • URL sumber
  • Industri
  • Jumlah cabang
  • Status follow-up
  • Tanggal verifikasi

9. Lakukan Validasi Data

Data calon customer yang sudah dikumpulkan sebaiknya tidak langsung digunakan.

Lakukan validasi terlebih dahulu.

Periksa:

  • Apakah bisnis masih aktif?
  • Apakah nomor telepon masih tersedia?
  • Apakah website masih aktif?
  • Apakah data duplikat?
  • Apakah informasi berasal dari sumber yang sesuai?
  • Apakah data relevan dengan target bisnis?

Validasi membantu meningkatkan kualitas database dan mengurangi waktu yang terbuang untuk prospek yang tidak relevan.

10. Gunakan Data Scraping untuk Data dalam Jumlah Besar

Jika hanya membutuhkan puluhan data, pencarian manual masih cukup dilakukan.

Namun, jika membutuhkan ratusan hingga ribuan data bisnis, proses manual dapat memakan banyak waktu.

Data scraping dapat membantu mengotomatisasi proses pengumpulan informasi dari sumber yang mengizinkan pengambilan data dan sesuai dengan ketentuannya.

Contoh data yang dapat dikumpulkan:

  • Nama bisnis
  • Kategori
  • Lokasi
  • Alamat
  • Nomor telepon bisnis
  • Email bisnis
  • Website
  • URL sumber

Data kemudian dapat disusun menjadi database dan diekspor ke format seperti:

  • CSV
  • Excel
  • JSON

11. Segmentasikan Calon Customer

Jangan menggabungkan seluruh prospek ke dalam satu daftar.

Pisahkan berdasarkan karakteristik tertentu.

Contohnya:

Berdasarkan lokasi

  • Yogyakarta
  • Sleman
  • Bantul
  • Jakarta
  • Surabaya

Berdasarkan industri

  • Retail
  • Kuliner
  • Properti
  • Pendidikan
  • Manufaktur

Berdasarkan status

  • Belum dihubungi
  • Sudah dihubungi
  • Follow-up
  • Qualified lead
  • Customer

Segmentasi membuat proses sales dan marketing menjadi lebih terorganisir.

12. Gunakan Data untuk Outreach yang Relevan

Setelah database siap, gunakan data untuk melakukan komunikasi bisnis yang relevan.

Hindari mengirim pesan yang sama secara massal tanpa mempertimbangkan kebutuhan penerima.

Lebih baik sesuaikan komunikasi berdasarkan:

  • Industri
  • Produk
  • Lokasi
  • Kebutuhan
  • Posisi bisnis

Pastikan komunikasi dilakukan secara bertanggung jawab dan menghormati aturan privasi serta permintaan untuk tidak dihubungi.

Contoh Alur Lead Generation

Proses pencarian calon customer dapat dibuat seperti berikut:

Tentukan target → Cari sumber → Kumpulkan data → Validasi → Deduplicate → Segmentasi → Outreach → Follow-up

Dengan alur tersebut, bisnis tidak hanya memiliki banyak data, tetapi juga memiliki database calon customer yang lebih berkualitas dan siap digunakan untuk proses sales.

Data Calon Customer yang Ideal

Untuk kebutuhan B2B, database dapat memiliki beberapa kolom seperti:

  • Nama perusahaan
  • Nama bisnis
  • Industri
  • Kategori
  • Kota
  • Alamat
  • Nomor telepon bisnis
  • Email bisnis
  • Website
  • URL sumber
  • Status verifikasi
  • Tanggal pengambilan data

Semakin rapi struktur data, semakin mudah database digunakan oleh tim marketing dan sales.

Kesimpulan

Cara mencari data calon customer dapat dilakukan melalui Google, Google Maps, website perusahaan, media sosial bisnis, direktori bisnis, hingga data scraping.

Kunci utamanya bukan hanya mendapatkan data sebanyak mungkin, tetapi mendapatkan data yang relevan, terstruktur, terverifikasi, dan sesuai dengan target pasar.

Untuk kebutuhan dalam jumlah kecil, pencarian manual dapat menjadi pilihan. Sementara untuk kebutuhan ratusan hingga ribuan data, otomatisasi dan data scraping dapat membantu menghemat waktu dan tenaga.

Butuh Data Calon Customer untuk Bisnis?

Jika Anda membutuhkan database calon customer dalam jumlah besar, SIBRA menyediakan jasa data scraping untuk kebutuhan lead generation dan riset bisnis.

Data dapat disesuaikan berdasarkan:

  • Keyword
  • Industri
  • Lokasi
  • Jenis bisnis
  • Jumlah data
  • Format output

Data dapat disiapkan dalam format CSV, Excel, atau JSON sesuai kebutuhan.

Tidak yakin data seperti apa yang dibutuhkan? Konsultasikan target bisnis Anda terlebih dahulu dengan SIBRA. Kami dapat membantu menentukan sumber, kriteria data, dan format database yang sesuai.

Free konsultasi. Klik tombol di bawah untuk mulai berdiskusi.