Cara Mencari Data Produk Berdasarkan Barcode

Barcode merupakan salah satu identitas penting dalam pengelolaan produk. Dengan mengetahui nomor barcode, bisnis dapat mencari informasi produk, melakukan pencocokan data, hingga membangun database inventory.

Bagi toko, distributor, reseller, maupun bisnis retail, pencarian produk berdasarkan barcode dapat membantu mempercepat proses input produk dan mengurangi kesalahan pencatatan.

Apa Itu Barcode Produk?

Barcode adalah representasi data dalam bentuk pola garis atau kode yang dapat dibaca menggunakan scanner.

Salah satu jenis barcode yang umum digunakan pada produk retail adalah EAN-13, yang terdiri dari 13 digit angka.

Contoh:

8991234567890

Selain EAN-13, terdapat beberapa format barcode lain seperti:

  • EAN-8
  • UPC-A
  • UPC-E
  • Code 128
  • ITF-14
  • GS1-128
  • QR Code

Jenis barcode yang digunakan bergantung pada produk dan kebutuhan sistem.

1. Cek Nomor Barcode pada Kemasan

Cara paling sederhana adalah melihat barcode yang tercetak pada kemasan produk.

Biasanya nomor barcode berada tepat di bawah garis barcode.

Contoh:

|||||||||||||||||||||
8991234567890

Catat seluruh digit tersebut tanpa spasi atau karakter tambahan.

Kesalahan satu digit saja dapat menyebabkan hasil pencarian tidak sesuai.

2. Gunakan Barcode Scanner

Jika memiliki banyak produk, memasukkan nomor barcode secara manual tentu kurang efisien.

Barcode scanner dapat digunakan untuk membaca kode secara otomatis.

Alurnya:

Barcode Produk → Scanner → Nomor Barcode → Database

Scanner USB biasanya dapat bekerja seperti keyboard sehingga hasil pemindaian langsung masuk ke kolom yang sedang aktif.

Smartphone juga dapat digunakan sebagai scanner barcode menggunakan aplikasi yang mendukung pemindaian produk.

3. Cari Barcode di Google

Setelah mendapatkan nomor barcode, Anda dapat mencarinya melalui Google.

Contoh:

8991234567890

atau:

"8991234567890"

Jika barcode tersebut sudah tercatat pada website atau database publik, hasil pencarian dapat menampilkan informasi seperti:

  • Nama produk
  • Merek
  • Kategori
  • Foto produk
  • Informasi kemasan
  • Toko atau distributor

Namun, tidak semua barcode dapat ditemukan melalui Google.

4. Gunakan Database Barcode

Database barcode dapat digunakan untuk mencari informasi produk berdasarkan nomor GTIN atau barcode.

Beberapa database menyediakan informasi produk yang berasal dari berbagai sumber.

Informasi yang mungkin tersedia antara lain:

  • Product name
  • Brand
  • GTIN
  • EAN
  • UPC
  • Kategori
  • Gambar produk
  • Informasi perusahaan

Ketersediaan dan kelengkapan data sangat bergantung pada database yang digunakan.

5. Cek Database GS1

Untuk kebutuhan bisnis yang lebih serius, GS1 dapat menjadi salah satu referensi penting.

GS1 merupakan organisasi yang mengelola berbagai standar identifikasi produk dan sistem barcode.

Jika sebuah perusahaan memiliki produk sendiri, informasi terkait GTIN sebaiknya diperiksa melalui sumber resmi yang relevan.

Hal ini lebih dapat diandalkan dibandingkan hanya mengandalkan database pihak ketiga.

6. Cari Data Produk Berdasarkan EAN atau UPC

Barcode dapat memiliki format berbeda tergantung wilayah dan sistem identifikasinya.

Contohnya:

EAN-13

8991234567890

UPC-A

012345678905

Nomor tersebut dapat digunakan sebagai identifier ketika mencari data produk.

Untuk kebutuhan database, sebaiknya simpan:

Barcode
GTIN
Nama Produk
Brand
Kategori
Satuan

Dengan begitu, satu produk dapat lebih mudah dicocokkan dengan database internal.

7. Gunakan API Barcode

Jika Anda sedang membangun aplikasi inventory atau POS, pencarian produk berdasarkan barcode dapat dilakukan secara otomatis menggunakan API.

Contoh alurnya:

Scan Barcode → Backend → Barcode API → Data Produk → Database POS

Misalnya kasir melakukan scan:

8991234567890

Sistem kemudian mencari informasi produk dan mengisi field secara otomatis:

Nama     : Contoh Produk
Brand    : Contoh Brand
Kategori : Minuman

Cara ini sangat berguna untuk sistem:

  • POS
  • Inventory
  • Warehouse
  • E-commerce
  • Retail management
  • Product catalog

Namun, pastikan API yang digunakan memiliki lisensi dan ketentuan penggunaan yang sesuai.

8. Cari Data Produk dari Website Publik

Jika database barcode tidak menyediakan informasi yang dibutuhkan, data produk dapat dicari melalui website publik.

Misalnya Anda memiliki:

Barcode
8991234567890

Kemudian mencari produk melalui:

  • Website produsen
  • Website distributor
  • Marketplace
  • Katalog produk
  • Direktori produk
  • Website retailer

Data dari beberapa sumber dapat dibandingkan untuk meningkatkan akurasi.

9. Gunakan Data Scraping untuk Database Produk Besar

Jika memiliki ribuan barcode, pencarian satu per satu tentu akan memakan waktu.

Misalnya sebuah toko memiliki:

10.000 barcode

Jika setiap barcode harus dicari secara manual, prosesnya dapat menjadi sangat lama.

Untuk kebutuhan tertentu, otomatisasi dapat digunakan untuk membantu proses:

Barcode → Pencarian sumber → Ekstraksi data → Cleaning → Deduplication → Database

Data yang dikumpulkan dapat disusun menjadi:

Barcode Nama Produk Brand Kategori Sumber
8991234567890 Produk A Brand A Minuman Sumber A
8991234567891 Produk B Brand B Makanan Sumber B
8991234567892 Produk C Brand C Household Sumber C

Data kemudian dapat diekspor ke:

  • CSV
  • Excel
  • JSON
  • Database

Untuk scraping, gunakan sumber yang mengizinkan pengambilan data dan tetap perhatikan ketentuan penggunaan, rate limit, serta hak atas data.

10. Cocokkan Barcode dengan Database Internal

Jika Anda sudah memiliki database produk, barcode dapat digunakan sebagai unique identifier untuk melakukan pencocokan.

Contohnya:

Barcode Baru
      ↓
Cari di Database
      ↓
Ditemukan?
   ↙      ↘
 Ya       Tidak
 ↓          ↓
Update    Produk Baru
Data       ↓
        Input Data

Metode ini sangat berguna untuk sistem inventory.

Dengan barcode sebagai identifier, bisnis dapat mengurangi risiko produk yang sama dimasukkan berkali-kali.

Data Produk yang Sebaiknya Dikumpulkan

Selain barcode, database produk idealnya memiliki beberapa field tambahan:

  • Barcode
  • GTIN
  • Nama produk
  • Brand
  • Kategori
  • Subkategori
  • Ukuran
  • Satuan
  • Harga
  • Foto produk
  • Deskripsi
  • Produsen
  • Supplier
  • URL sumber
  • Tanggal pembaruan

Tidak semua field harus tersedia. Struktur database sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Cara Mencari Ribuan Data Barcode Lebih Efisien

Jika hanya mencari beberapa produk, pencarian manual masih cukup.

Namun, jika jumlahnya sudah mencapai ribuan, gunakan alur yang lebih terstruktur:

Kumpulkan barcode → Normalisasi → Lookup → Validasi → Deduplicate → Export

Normalisasi

Pastikan barcode memiliki format yang konsisten.

Lookup

Cari barcode pada sumber data yang tersedia.

Validasi

Periksa apakah nama produk dan barcode benar-benar cocok.

Deduplicate

Hapus data produk yang tercatat lebih dari satu kali.

Export

Simpan hasil dalam format yang dibutuhkan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa masalah umum ketika mencari data produk berdasarkan barcode:

Barcode Tidak Ditemukan

Tidak semua barcode memiliki informasi produk yang tersedia secara publik.

Data Tidak Lengkap

Database tertentu mungkin hanya memiliki nama produk tanpa gambar atau kategori.

Data Berbeda Antar Sumber

Satu sumber dapat menggunakan nama produk yang berbeda dengan sumber lainnya.

Barcode Salah

Satu digit yang salah dapat menghasilkan produk yang berbeda.

Produk Sudah Tidak Diproduksi

Informasi produk lama mungkin masih muncul meskipun produknya sudah tidak beredar.

Karena itu, barcode sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber validasi.

Kesimpulan

Cara mencari data produk berdasarkan barcode dapat dilakukan melalui pencarian Google, database barcode, GS1, website produsen, API, maupun sumber publik lainnya.

Untuk beberapa produk, pencarian manual sudah cukup. Namun, untuk ribuan hingga puluhan ribu barcode, otomatisasi dapat membantu mempercepat proses pencarian dan penyusunan database.

Data yang sudah dikumpulkan juga sebaiknya divalidasi, dibersihkan, dan disusun secara terstruktur sebelum digunakan untuk POS, inventory, katalog produk, atau kebutuhan bisnis lainnya.

Butuh Data Produk Berdasarkan Ribuan Barcode?

SIBRA menyediakan jasa data scraping dan pengolahan data produk untuk membantu bisnis membangun database berdasarkan kebutuhan.

Kami dapat membantu proses seperti:

  • Pencarian data berdasarkan barcode
  • Product data collection
  • Data scraping
  • Data cleaning
  • Deduplication
  • Validasi data
  • Database produk
  • Export CSV dan Excel
  • Integrasi dengan sistem internal

Jika Anda memiliki ratusan atau ribuan barcode dan ingin mengubahnya menjadi database produk yang lebih terstruktur, Anda dapat mengirimkan contoh data dan kebutuhan field terlebih dahulu.

Konsultasikan kebutuhan data Anda secara gratis bersama SIBRA. Klik tombol di bawah untuk mulai konsultasi.