Mencari data adidas dapat dilakukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari riset produk, analisis harga, monitoring katalog, penelitian pasar, hingga membangun dataset produk untuk kebutuhan bisnis.
adidas sendiri memiliki katalog produk yang luas, mencakup sepatu, pakaian, aksesori, serta berbagai kategori olahraga dan lifestyle. Dalam laporan tahunannya, adidas membagi produknya antara lain ke kategori Performance dan Lifestyle, dengan berbagai lini seperti Predator, F50, Adizero, Supernova, Samba, Gazelle, Handball Spezial, Superstar, dan Stan Smith. Adidas Group Report
Untuk kebutuhan data, informasi yang dapat dikumpulkan dari sumber publik dan sesuai izin misalnya:
- Nama produk
- SKU atau product ID jika ditampilkan
- Kategori
- Harga
- Harga diskon
- Warna
- Ukuran
- Ketersediaan
- Deskripsi
- URL produk
- Gambar produk
- Koleksi
- Jenis kelamin atau target pengguna
- Olahraga
- Material jika tersedia
- Rating atau jumlah ulasan jika ditampilkan
- Informasi promosi yang terlihat secara publik
Apa yang Dimaksud dengan Data adidas?
Data adidas dapat berarti kumpulan informasi mengenai produk, katalog, harga, koleksi, maupun informasi perusahaan adidas.
Untuk riset produk, contoh dataset sederhananya:
| Nama Produk | Kategori | Harga | Warna | Ukuran | URL |
|---|---|---|---|---|---|
| Samba | Sneakers | Rp... | White/Black | 40-45 | URL |
| Superstar | Sneakers | Rp... | Black/White | 39-46 | URL |
| Predator | Football | Rp... | Black | 39-44 | URL |
Website resmi adidas Indonesia saat ini menampilkan berbagai kategori seperti sepatu lari, sepatu sepak bola, sepatu basket, sepatu gym, pakaian, dan aksesori. adidas
1. Mencari Data adidas dari Website Resmi
Sumber pertama yang sebaiknya digunakan adalah website resmi adidas Indonesia.
Website resmi adidas Indonesia
Website tersebut menyediakan katalog produk yang dapat digunakan sebagai sumber data publik. adidas
Informasi yang dapat ditemukan tergantung halaman produk, misalnya:
Nama produk
Harga
Kategori
Warna
Ukuran
Deskripsi
Gambar
URL
Untuk kebutuhan riset, website resmi lebih baik dijadikan sumber utama dibanding mengandalkan dataset pihak ketiga yang tidak diketahui asal-usulnya.
2. Menggunakan Search Engine
Mesin pencari juga dapat digunakan untuk menemukan produk adidas.
Contohnya:
adidas Samba Indonesia
adidas Ultraboost Indonesia
adidas Predator
adidas running shoes
adidas jacket
Pencarian dapat dibuat lebih spesifik:
site:adidas.co.id adidas Samba
atau:
site:adidas.co.id "Predator"
Cara ini berguna ketika ingin menemukan halaman produk tertentu dengan cepat.
Namun hasil search engine tidak selalu mencerminkan seluruh katalog yang tersedia pada website.
3. Mencari Data Berdasarkan Kategori
Jika tujuannya membuat dataset produk, jangan hanya mencari berdasarkan nama produk.
Gunakan kategori.
Misalnya:
adidas
├── Running
├── Football
├── Basketball
├── Training
├── Outdoor
├── Tennis
├── Lifestyle
├── Clothing
└── Accessories
Laporan adidas menunjukkan bahwa produk Performance mencakup berbagai olahraga seperti football, running, basketball, training, outdoor, tennis, dan lainnya. Sementara adidas Originals berfokus pada produk lifestyle yang terinspirasi dari olahraga dan budaya. Adidas Group Report
Dengan pendekatan kategori, dataset menjadi lebih terstruktur.
4. Mencari Data Berdasarkan Nama Produk
Cara lain adalah menggunakan product franchise.
Contohnya:
Samba
Gazelle
Handball Spezial
Superstar
Stan Smith
Adizero
Supernova
Predator
F50
Dropset
Lini-lini tersebut tercantum dalam informasi produk adidas. Adidas Group Report
Misalnya ingin melakukan riset terhadap Samba:
Samba
↓
Semua varian
↓
Warna
↓
Harga
↓
Ukuran
↓
Ketersediaan
↓
URL produk
5. Mencari Data Harga adidas
Data harga dapat digunakan untuk:
- price monitoring
- analisis kompetitor
- riset pasar
- analisis diskon
- historical pricing
- product comparison
Contoh dataset:
| Produk | Harga Normal | Harga Promo | Diskon |
|---|---|---|---|
| Produk A | Rp1.500.000 | Rp1.050.000 | 30% |
| Produk B | Rp1.800.000 | Rp1.260.000 | 30% |
Perlu diperhatikan bahwa harga dapat berubah, sehingga dataset sebaiknya menyimpan waktu pengambilan data.
Contohnya:
product_name
price
discount_price
currency
captured_at
source_url
Dengan begitu data dapat digunakan untuk membuat histori.
6. Mencari Data Stok dan Ukuran
Untuk analisis produk, harga saja sering belum cukup.
Informasi yang menarik adalah:
Ukuran
↓
Tersedia / tidak tersedia
↓
Waktu pengambilan
Contoh:
Samba
40 → Available
41 → Available
42 → Sold Out
43 → Available
44 → Sold Out
Jika dilakukan secara berkala, data tersebut dapat digunakan untuk melihat perubahan ketersediaan produk.
Namun status stok adalah informasi yang sangat dinamis dan hasil pengambilan data hanya menggambarkan kondisi pada waktu tertentu.
7. Mencari Data Produk adidas di Marketplace
Selain website resmi, produk adidas juga dapat ditemukan di marketplace atau retailer.
Contohnya dapat berupa:
- marketplace
- toko olahraga
- retailer resmi
- distributor
- website fashion
Data yang dapat dibandingkan:
Produk
Harga
Diskon
Seller
Rating
Jumlah ulasan
Ukuran
Warna
Ketersediaan
Contohnya:
adidas Samba
│
├── Official Store
├── Retailer A
├── Retailer B
└── Marketplace C
Untuk penelitian harga, penting membedakan official store, retailer resmi, dan seller pihak ketiga.
8. Mencari Data Produk dari Google Shopping
Google Shopping juga dapat menjadi sumber discovery untuk riset produk.
Misalnya:
adidas running shoes
adidas Samba
adidas Predator
Hasilnya dapat membantu menemukan:
- nama produk
- harga
- retailer
- gambar
- URL
- variasi produk
Tetapi untuk dataset yang membutuhkan konsistensi, sumber utama sebaiknya tetap ditentukan terlebih dahulu.
9. Menggunakan Data Structured Data
Beberapa website menggunakan structured data untuk memberikan informasi produk kepada mesin pencari.
Contohnya format Product structured data dapat berisi informasi seperti:
{
"name": "Product Name",
"sku": "XXXXX",
"offers": {
"price": "..."
}
}
Jika informasi tersebut memang dikirimkan secara publik oleh website, structured data dapat membantu memahami struktur informasi produk.
Namun structured data bukan API publik otomatis.
Jangan menganggap setiap endpoint internal website sebagai API yang boleh digunakan.
10. Menggunakan Sitemap
Sitemap dapat membantu menemukan URL yang tersedia pada sebuah website.
Secara umum bentuknya:
sitemap.xml
Jika website menyediakan sitemap publik, sitemap dapat membantu menemukan:
/product-a
/product-b
/product-c
Kemudian URL tersebut dapat digunakan untuk melakukan penelitian katalog.
Sitemap juga berguna untuk mengetahui struktur URL tanpa harus melakukan pencarian halaman satu per satu.
11. Menggunakan Python untuk Mengolah Data
Jika jumlah produk sedikit, pengumpulan manual mungkin sudah cukup.
Tetapi jika dataset terdiri dari:
100 produk
1.000 produk
10.000 produk
otomatisasi dapat membantu.
Python dapat digunakan untuk:
- mengambil halaman yang memang boleh diakses
- parsing HTML
- membaca structured data
- membersihkan data
- menghapus duplikasi
- menyimpan CSV
- menyimpan JSON
- memasukkan data ke database
Contoh workflow:
Website publik
↓
Collection
↓
Parser
↓
Data Cleaning
↓
Deduplication
↓
CSV / Excel / JSON
↓
Analysis
12. Contoh Struktur Dataset adidas
Dataset yang lebih lengkap dapat memiliki struktur:
product_id
product_name
category
subcategory
gender
color
price
discount_price
currency
sizes
availability
description
product_url
image_url
collection
sport
captured_at
source
Contohnya:
product_name: adidas Samba
category: Lifestyle
color: White/Black
price: ...
sizes: 40,41,42,43,44
availability: Available
source: adidas.co.id
Struktur seperti ini lebih mudah digunakan untuk analisis.
13. Data adidas untuk Analisis Harga
Setelah dataset tersedia, kita dapat menganalisis:
Produk dengan harga tertinggi
Product
Price
Category
Produk dengan diskon terbesar
Original Price
Sale Price
Discount %
Harga berdasarkan kategori
Running
Football
Lifestyle
Basketball
Training
Distribusi harga
Misalnya:
< Rp500.000
Rp500.000 - Rp1.000.000
Rp1.000.000 - Rp2.000.000
> Rp2.000.000
14. Data adidas untuk Riset Produk
Data katalog dapat digunakan untuk melihat:
- produk yang sering muncul
- kategori yang paling banyak
- variasi warna
- range harga
- produk baru
- produk diskon
- perubahan katalog
Misalnya:
Product Catalog
↓
Categorization
↓
Price Analysis
↓
Trend Analysis
↓
Business Insight
15. Data adidas untuk Monitoring Harga
Salah satu penggunaan menarik adalah price monitoring.
Misalnya sistem memeriksa produk setiap hari:
Hari 1
Rp1.500.000
Hari 7
Rp1.500.000
Hari 14
Rp1.200.000
Hari 21
Rp1.000.000
Dataset kemudian menjadi:
| Tanggal | Harga |
|---|---|
| 1 September | Rp1.500.000 |
| 7 September | Rp1.500.000 |
| 14 September | Rp1.200.000 |
| 21 September | Rp1.000.000 |
Dari sini dapat dibuat grafik perubahan harga.
16. Data adidas untuk Riset Kompetitor
Metode yang sama juga dapat diterapkan pada beberapa brand.
Misalnya:
adidas
Nike
Puma
New Balance
ASICS
Under Armour
Kemudian dibandingkan berdasarkan:
- jumlah produk
- kategori
- range harga
- diskon
- jenis produk
- material
- rating
- popularitas jika metrik tersebut tersedia secara publik
Dengan demikian data dapat digunakan untuk market research.
17. Data adidas dari Laporan Perusahaan
Tidak semua data harus berasal dari halaman produk.
Untuk riset perusahaan, adidas juga menyediakan Annual Report dan publikasi finansial.
Laporan tahunan 2025 adidas tersedia dalam format digital, PDF, dan XLSX, sehingga dapat digunakan untuk penelitian perusahaan dan analisis bisnis. Adidas Group Report
Misalnya data:
- revenue
- product category
- market
- employees
- financial performance
- sustainability
- business strategy
Untuk data perusahaan, sumber seperti annual report jauh lebih tepat daripada scraping halaman produk.
18. Data adidas dan API
Jika adidas atau platform yang digunakan menyediakan API resmi yang memang ditujukan untuk penggunaan pihak ketiga, API tersebut merupakan pilihan yang lebih baik daripada melakukan scraping secara agresif.
Keuntungan API:
- struktur data lebih konsisten
- lebih mudah diproses
- lebih stabil
- lebih jelas mengenai penggunaan data
- tidak perlu bergantung pada struktur HTML
Tetapi jangan menganggap endpoint yang ditemukan melalui browser DevTools otomatis merupakan API publik yang boleh digunakan.
19. Apakah Data adidas Bisa Di-scraping?
Secara teknis, halaman web dapat diproses secara otomatis jika data memang tersedia kepada publik.
Namun bisa secara teknis tidak sama dengan otomatis boleh dilakukan.
Sebelum melakukan scraping, periksa:
- Terms of Service
- robots.txt
- batas request
- hak penggunaan data
- copyright
- lisensi gambar
- kebijakan penggunaan otomatis
- aturan API jika tersedia
Hindari:
- bypass CAPTCHA
- bypass authentication
- mengakses endpoint privat
- mengambil data akun pengguna
- credential harvesting
- mengakali security control
- membebani server dengan request berlebihan
Untuk data produk, fokuskan pengumpulan pada informasi katalog yang memang tersedia secara publik dan penggunaannya sesuai aturan sumber.
20. Jangan Mengambil Data Pribadi Pengguna
Jika melakukan riset produk adidas, sebenarnya hampir tidak ada alasan untuk mengumpulkan informasi sensitif pengguna.
Tidak perlu mengambil:
- password
- cookie session
- token autentikasi
- private messages
- alamat pribadi pelanggan
- nomor telepon pribadi
- data pembayaran
- informasi akun yang tidak dipublikasikan
Dataset produk cukup berisi informasi yang memang diperlukan.
Contohnya:
Product
Price
Category
SKU
Color
Size
Availability
URL
21. Cara Membuat Dataset adidas yang Rapi
Workflow yang direkomendasikan:
Tentukan Tujuan
↓
Tentukan Field
↓
Tentukan Sumber
↓
Collection
↓
Cleaning
↓
Validation
↓
Deduplication
↓
Export
↓
Analysis
Contohnya jika tujuannya monitoring harga:
Field
product_name
sku
price
discount_price
product_url
captured_at
Tidak perlu mengambil 30 kolom jika hanya lima kolom yang dibutuhkan.
22. Format Output Data
Dataset adidas dapat disimpan dalam:
CSV
product_name,category,price,url
Samba,Lifestyle,...,...
Excel
Cocok untuk:
- analisis manual
- filtering
- pivot table
- reporting
JSON
Cocok untuk aplikasi:
{
"product_name": "Samba",
"category": "Lifestyle",
"price": 1500000
}
Database
Jika datanya besar:
PostgreSQL
MySQL
SQLite
lebih cocok dibanding satu file Excel besar.
23. Contoh Arsitektur Data Produk
Untuk sistem monitoring produk, arsitekturnya dapat dibuat seperti:
adidas
|
v
Public Product Data
|
v
Collector
|
v
Parser
|
+---------+---------+
| |
v v
Data Cleaning Validation
| |
+---------+---------+
|
v
Database
|
+---------+---------+
| |
v v
Dashboard Export
CSV/Excel
Jika jumlah produk dan frekuensi pengambilan semakin besar, sistem dapat ditambahkan scheduler dan monitoring.
24. Contoh Kebutuhan Data
Misalnya sebuah bisnis ingin mengetahui:
"Produk adidas apa saja yang sedang tersedia dan mengalami perubahan harga?"
Dataset dapat dibuat:
Product
SKU
Category
Normal Price
Current Price
Discount
Availability
URL
Last Checked
Kemudian sistem membandingkan:
Previous Price
vs
Current Price
Jika berubah:
Price Changed
↓
Generate Alert
Ini merupakan contoh penggunaan data yang lebih bernilai dibanding sekadar mengumpulkan ribuan halaman.
Kesimpulan
Cara mencari data adidas dapat dilakukan melalui berbagai sumber, terutama website resmi adidas, mesin pencari, retailer, marketplace, laporan perusahaan, dan sumber publik lainnya.
Untuk data produk, informasi yang paling berguna antara lain:
- Nama produk
- SKU
- Kategori
- Harga
- Harga diskon
- Warna
- Ukuran
- Ketersediaan
- Deskripsi
- URL
- Gambar
- Koleksi
- Waktu pengambilan
Untuk dataset yang lebih besar, prosesnya dapat diotomatisasi menggunakan Python dan disimpan dalam CSV, Excel, JSON, atau database.
Namun, pengumpulan data otomatis harus tetap memperhatikan Terms of Service, robots.txt, rate limit, privasi, copyright, dan batas akses yang ditetapkan pemilik website.
Untuk riset produk adidas, sumber resmi tetap menjadi referensi penting karena katalog dan produk dapat berubah. Website resmi adidas Indonesia saat ini menyediakan berbagai kategori produk dan koleksi, sementara laporan perusahaan menyediakan data bisnis yang lebih luas. adidas
SIBRA: Jasa Data Scraping dan Automation
Jika kebutuhan Anda bukan hanya mencari beberapa produk, tetapi membutuhkan dataset produk dalam jumlah besar, proses pengumpulan dan pengolahan data dapat dibuat lebih terstruktur menggunakan automation.
SIBRA menyediakan layanan terkait:
- Data scraping
- Data collection
- Web automation
- Data cleaning
- Data processing
- Export CSV/Excel/JSON
- Database integration
- Monitoring data
- Custom scraping tools
- Website development
- Software custom
- SEO dan GEO
- Website monitoring
- Security hardening
- Penetration testing
- Vulnerability assessment
Pengumpulan data dapat disesuaikan dengan sumber, field, format output, jumlah data, serta kebutuhan analisis, dengan tetap memperhatikan batas penggunaan data dan aturan dari sumber yang digunakan.
Diskusi & Komentar